Home » Gaya Hidup » Sebabkan Insomnia Hingga Sleep Apnea, Apa Itu Sindrom Cushing?

Sebabkan Insomnia Hingga Sleep Apnea, Apa Itu Sindrom Cushing?

Sindrom Cushing adalah kondisi ketika hormon kortisol dalam tubuh terlalu tinggi. Akibatnya, salah satu dampak yang cukup signifikan adalah buruknya kualitas tidur.

Sindrom Cushing adalah kondisi ketika hormon kortisol dalam tubuh terlalu tinggi. Akibatnya, salah satu dampak yang cukup signifikan adalah buruknya kualitas tidur. Contohnya mulai dari insomnia hingga terbangun tengah malam atau pagi-pagi buta.

Tentu saja apabila dibiarkan, masalah tidur ini bisa menyebabkan tubuh kelelahan di pagi harinya saat harus beraktivitas. Belum lagi gejala lain dari Cushing’s syndrome seperti kenaikan berat badan dan penumpukan lemak di wajah.

Gejala sindrom Cushing

Tanda-tanda dan gejala seseorang mengalami sindrom Cushing di antaranya:

  • Siklus tidur berantakan
  • Kenaikan berat badan
  • Penumpukan lemak dan air di wajah (moon-shaped face)
  • Penumpukan lemak di pundak dan punggung atas (buffalo hump)
  • Kulit menjadi lebih tipis dan mudah luka
  • Cedera kulit yang sukar sembuh
  • Muncul jerawat
  • Tubuh terasa lelah
  • Otot menjadi lemah
  • Kadar gula darah tinggi
  • Haus berlebihan
  • Sakit kepala
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Mood swing
  • Depresi

Apabila terjadi pada anak-anak, mereka bisa mengalami gejala seperti obesitas, pertumbuhan lebih lambat, dan juga tekanan darah tinggi.Kasus sindrom Cushing lebih rentan terjadi pada perempuan. Ada gejala lain yang muncul seperti rambut tubuh lebih lebat hingga siklus haid yang berantakan. Bahkan pada beberapa kasus, penderitanya bisa tidak haid sama sekali. Apabila dibiarkan, ini dapat berpengaruh pada kemampuan memiliki keturunan.Sementara pada pria, ada gejala lain yang juga muncul seperti disfungsi ereksi, hilangnya gairah seksual, hingga berpengaruh pada kesuburan.

Penyebab terjadinya sindrom Cushing

Kelenjar adrenal berperan dalam produksi hormon kortisol. Ketika kadarnya berlebihan bahkan abnormal, ini bisa menjadi penyebab Cushing’s syndrome. Padahal, peran hormon kortisol yang normal cukup krusial, seperti:

  • Mengendalikan tekanan darah
  • Menekan respons peradangan dari sistem imun
  • Mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi
  • Menyeimbangkan efek insulin
  • Respons terhadap stres

Lalu, apa saja pemicu terjadinya Cushing’s syndrome?

1. Konsumsi obat

Penyebab paling umum terjadinya sindrom penyebab siklus tidur berantakan ini adalah konsumsi obat kortikosteroid. Utamanya, apabila dosis dan durasi konsumsinya tinggi dan lama.Umumnya, ini adalah obat untuk menangani penyakit seperti lupus dan mencegah penolakan setelah transplantasi organ. Selain itu, suntikan steroid dosis tinggi untuk nyeri punggung belakang juga bisa memicu sindrom ini.

2. Tumor

Beberapa jenis tumor juga bisa menyebabkan kadar kortisol dalam tubuh terlalu tinggi. Contohnya tumor kelenjar pituitari, tumor ektopik, hingga kelenjar adrenal yang abnormal.Selain itu, memang benar bahwa sindrom Cushing bukan penyakit turunan. Namun, ada tendensi seseorang memiliki tumor kelenjar endokrin karena pengaruh riwayat keluarga.

Sindrom Cushing dan masalah tidur

Dalam kaitannya dengan masalah tidur, orang yang memiliki sindrom Cushing lebih rentan mengalami hal-hal berikut:

  • Sleep apnea

Penderita Cushing’s syndrome tiga kali lipat lebih rentan mengalami sleep apnea terutama ketika sudah berusia lanjut. Fakta ini ditemukan dari penelitian terhadap populasi di Taiwan.

  • Insomnia

Tingginya kadar kortisol dalam tubuh juga rentan menyebabkan seseorang mengalami insomnia. Bahkan, ini termasuk salah satu gejala yang paling umum menandakan ada masalah dengan kelenjar adrenal. Kaitannya adalah terjadi perubahan di bagian otak yang mengatur kewaspadaan, aktivitas tidur, dan ritme sirkadian.

  • Terbangun di tengah tidur

Ada juga gejala lain yaitu terbangun saat tengah malam atau dini hari. Kondisi ini menyebabkan seseorang akan merasa sangat mengantuk ketika harus beraktivitas di siang harinya.

 

Penanganan sindrom Cushing

Tujuan dari penanganan sindrom Cushing adalah untuk menurunkan kadar kortisol dalam tubuh. Metodenya bergantung pada penyebab sindrom ini, di antaranya:

  • Resep obat

Dokter bisa meresepkan obat untuk menjaga kadar kortisol. Contohnya adalah ketoconazole, mitotane, metyrapone, pasireotide, dan mifepristone. Obat-obatan itu bekerja dengan menurunkan produksi kortisol dari kelenjar adrenal. Ada juga obat yang bekerja dengan menahan efek kortisol ke jaringan tubuh.

  • Pengobatan kanker

Apabila sindrom ini terjadi karena pengaruh tumor, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan tumor. Opsi lain adalah terapi radiasi dan kemoterapi jika operasi tidak memungkinkan.Untuk mengetahui langkah penanganan mana yang paling tepat, dokter akan mengakses riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan tentu saja tes laboratorium. Tes semacam ini penting untuk membedakan Cushing syndrome dengan penyebab kelebihan kortisol lain seperti pseudoCushing syndrome.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar penyebab terjadinya sindrom Cushing, tanyakan langsung pada dokter.

sumber: https://www.sehatq.com/artikel/sebabkan-insomnia-hingga-sleep-apnea-apa-itu-sindrom-cushing

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *